DUNIA BERITA

Menyajikan Berita Nasional dan Internasional

  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Perbankan
  • Serba-Serbi

Wednesday, 9 December 2015

Studi: Ternyata Kesepian Dapat Berdampak Pada Kesehatan

Ilustrasi kesepian (Foto Dok. Getty Images/36clicks)

DUNIA BERITA - Berdasarkan sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa ternyata kesepian juga memiliki dampak pada kesehatan. Rasa kesepian dapat menyebabkan rasa sedih dan depresi.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan bahwa kesepian dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit.

Studi tersebut melibatkan 141 orang selama lima tahun dengan pengamatan tahunan. Dalam setiap pengamatan, tim peneliti memonitor tingkat rasa kesepian yang dirasakan para partisipan dan memeriksa contoh darah mereka untuk mengetahui keberadaan hormon norefineprin.

Mengutip CNN Indonesia, hormon norefineprin adalah di hasilkan saat tubuh berada dalam kondisi berbahaya seperti ketika dalam kecelakaan ataupun dalam perkelahian. Hormon yang terdapat dalam otak ini dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung serta peningkatan gula darah.

Para peneliti mendapati bahwa tatkala seseorang merasa kesepian, maka terkandung jumlah norefineprin yang tinggi secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu dampak yang serius bagi tubuh.

Tatkala produksi norefineprin melimpah, tubuh akan menjadi lemah dalam melindungi diri dari serangan virus, sehingga menjadikan tubuh lebih rentan terkena penyakit.

Hasil penelitian tersebut juga menemukan bahwa kesepian membuat tubuh yang merespon hormon stres kortisol menjadi tidak lagi berfungsi sehingga dapat meningkatkan ancaman cidera pada tubuh. Jika tubuh mengalami inflamasi kronis, maka penyakit lebih lanjut seperti depresi dan kanker dapat timbul.

Para peneliti menganjurkan, penting untuk tetap bersosialisasi dengan sebuah kelompok kecil. Kecuali itu, menghargai diri sendiri penting sebab perasaan kesepian dapat berdampak serius.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
21:15

Hanya Perlu Turun 5 Kilogram Untuk Terlihat Menarik

Ilustrasi timbangan (Foto Dok. Shutterstock/Kzenon)

DUNIA BERITA - Memiliki tubuh langsing dengan perut rata menjadi keinginan banyak orang. Tak aneh, banyak orang akan melakukan cara apapun termasuk menjalani diet ketat demi memperoleh penampilan yang menarik.

Sementara sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Toronto, Kanada, mengungkapkan bahwa seseorang hanya perlu menurunkan berat badan sebesar 5 kilogram untuk terlihat menarik, seperti dilansir laman CNN Indonesia.

Menurut laporan laman Daily Mail, para peneliti Universitas Toronto, melakukan survei terhadap sejumlah orang yang diminta menjalani diet serta olahraga, dan meminta beberapa orang lainnya untuk menilai tentang perubahan penampilan mereka.

Alhasil, penampilan seseorang tampak berbeda saat berat badan mereka turun sebanyak 5 kilogram. Penampilan itu lebih-lebih kelihatan dari wajah yang nampak lebih tirus.

Namun, peneliti mendapati penampilan sejumlah orang yang menjalani diet akan tampak semakin menarik saat berat badan mereka turun sampai 10 kilogram. Penurunan berat badan sebanyak itu sangat berpengaruh pada garis wajah serta tulang selangka yang tampak lebih menonjol. 

Sedangkan garis pinggang dan pinggul hanya akan berkurang sedikit dalam penurunan tersebut dan tidak terlalu terlihat.

Dr Nicholas Rule dari Departement of Psychology University of Toronto, mengatakan "Pria dan wanita dalam penelitian akan merasa jauh lebih sehat setelah menurunkan berat badan, namun mereka tampak jauh lebih menarik tatkala orang lain memuji penampilan mereka yang berubah."
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
19:10

Tuesday, 8 December 2015

Kiat Agar Anak Mau Konsumsi Sayuran

Ilustrasi anak tidak suka makan sayur (Foto Dok. Thinkstock)


DUNIA BERITA - Sayuran merupakan sumber nutrisi seperti vitamin dan mineral yang baik bagi anak-anak. Namun, banyak anak-anak tidak suka mengonsumsi sayuran. Hal ini merupakan masalah makanan yang biasanya sering terjadi pada anak-anak.

Studi yang dilakukan oleh University of Alberta, Kanada, mengungkapkan bahwa ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua supaya sang anak mau mengonsumsi sayuran.

Mengutip CNN Indonesia, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Public Health Nutrition itu mengatakan bahwa anak-anak yang dapat memasak lebih sehat ketimbang anak yang tidak pernah memasak.

Studi yang mengikut sertakan 151 anak sekolah itu menemukan bahwa anak yang sering membantu ibunya memasak, mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah dibandingkan anak yang tidak pernah membantu ibunya memasak di dapur.

Anak-anak yang membantu sang ibu dalam pengolahan makanan di rumah mempunyai tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam memilih makanan sehat di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa memotivasi anak berperan aktif dalam mempersiapkan makanan di rumah menjadi salah satu strategi kesehatan yang efektif.

Kendati studi tersebut masih perlu dilakukan uji lebih lanjut. Tetapi, tidak ada salahnya mengajak sang anak untuk mengenal makanan yang akan mereka konsumsi. Tindakan ini dapat menjadikan mereka mempunyai hubungan positif dengan makanan.

Akan tetapi para orang tua juga perlu mengawasi keamanan tatkala sang anak dengan ceria membantu di dapur. Perlengkapan memasak yang tajam seperti pisau, panas, serta berat hendaknya tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.

Kecuali itu, aktivitas yang dapat diberikan kepada anak di dapur sebaiknya hal sederhana seperti memilihkan sayuran yang bagus untuk di masak, mencampurkan salad serta membumbui sayuran.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
21:38

Cara Mudah Kenali Gangguan Kesehatan Melalui Kaki

Ilustrasi kaki (Foto Dok. Shutterstock)



DUNIA BERITA - Tatkala kondisi tubuh mulai menurun, biasanya bagian anggota tubuh akan memberikan pertanda, bisa dengan bentuk rasa sakit di area tertentu maupun tanda pada kulit. Tetapi, sayangnya, tidak banyak orang yang mengenali pertanda tersebut yang berujung penyakit datang menghampiri.

Seperti dikutip dari laman CNN Indonesia, dari sekian banyak anggota tubuh yang dapat memberikan pertanda kondisi tubuh adalah kaki. Menjumpai gejala asal gangguan kesehatan pada kaki, bisa mencegah dari penyakit.

Cherise Dyal, asisten profesor bedah ortopedi Albert Einstein College of Medicine, menyebutkan, anda bisa melakukan beberapa tes untuk memeriksa kondisi kesehatan kaki anda. Mulai dari mengecek kondisi kulit, hingga sirkulasi darah, seperti dilaporkan oleh Prevention :

  • Kulit
Apakah terdapat lecet atau bintik merah pada kulit kaki anda? Cermati juga kelembapan kaki. Apabila telapak kaki terasa kering, berarti anda mengalami dehidrasi.

  • Perawatan Kaki
Bagaimana anda memotong kuku kaki? Jika dipotong lurus, cara ini dapat mencegah kuku tumbuh ke dalam. Kutikula yang sehat, terjaga dan tidak tumbuh berlebihan bisa memberikan perlindungan dari bakteri dan infeksi. Batu apung bisa juga membantu mencegah penumpukan kulit mati dan kapalan serta membuat kulit bawah kaki menjadi sehat dengan memberikan kelembapan.

  • Sirkulasi
Coba perhatikan warna jari kaki anda apakah pink? Jari kaki yang terlihat merah, ungu atau mungkin biru, hal tersebut menandakan adanya infeksi, cidera atau masalah sirkulasi darah. Sebaiknya kunjungi dokter jika jari kaki anda mengalami perubahan warna.

Gosokkan penghapus pensil pada bagian atas, bawah, dan samping kaki anda Apakah yang anda rasakan sama di area tersebut? Bagian bawah akan terasa geli. Namun, jika anda tidak merasakan sesuatu yang berarti, bisa jadi itu merupakan tanda diabetes atau gangguan saraf dan yang harus anda lakukan adalah berkonsultasilah kepada dokter.

  • Fleksibilitas
Sanggupkah anda mengambil serbet dan kelereng dengan jari kaki anda? Jika tidak, anda dapat memperbaiki fleksibilitas kaki dengan cara memijat jari-jari dan kaki setiap hari.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
19:00

Monday, 7 December 2015

Orang Sensitif Ternyata Cenderung Lebih Jujur

Ilustrasi perempuan sensitif (Foto Dok. Chepko/Thinkstock)

DUNIA BERITA - Seseorang yang mengikuti intuisi atau kata hatinya kecil kemungkinannya berbuat tindakan yang tidak bermoral seperti menipu, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences, seperti dilansir laman Independent.

Menurut deskripsi, intuisi adalah kemampuan untuk memahami sesuatu dengan cepat tanpa perlu penalaran secara sadar, seorang peneliti mempelajari apakah orang-orang yang memakai insting berperilaku berbeda dari mereka yang menyatakan tidak memakai insting.

Dr Sarah Ward, salah satu tim studi dari Universitas Missouri, telah melakukan dua kali eksperimen pada lebih dari 100 orang. Para partisipan diminta mengerjakan serangkaian kuesioner yang berhubungan dengan kecenderungan mereka untuk mengandalkan intuisi.

Kelompok tersebut dipisah menjadi dua. Kelompok pertama diminta membaca cerita tentang bagaimana mereka melakukan kesalahan di kantor dan menyalahkan rekan kerja. Sedang kelompok kedua, yakni kelompok kontrol membaca cerita yang sama namun berhujung dengan mereka bertanggungjawab atas kesalahan tersebut.

Dr Sarah Ward menyebutkan, partisipan yang membayangkan mereka berbuat sesuatu yang tidak bermoral akan rela membayar lebih untuk produk pembersih tangan. Studi sebelumnya menemukan adanya kaitan antara rasa bersalah dengan merasa kotor.

Dalam eksperimen kedua, seperti dilaporkan laman CNN Indonesia, partisipan diminta menulis tentang saat dimana mereka berbuat tindakan tidak bermoral. Lalu, mereka diminta menjalani tes IQ, menguji apakah pribadi intuitif lebih kecil kemungkinannya bertindak curang.

Mereka yang terlibat dalam studi diminta untuk menilai kertas mereka sendiri, dan di beritahu jika 10 partisipan terbaik akan mendapat tiket lotere. Hasil penelitian menunjukkan 23 persen dari orang-orang tersebut menipu.

"Eksperimen kami yang kedua menemukan bahwa orang-orang yang cenderung mengandalkan insting lebih kecil kemungkinannya menipu selepas memikirkan saat tatkala mereka berperilaku tidak bermoral," ujar Ward.

Ward melanjutkan, hal tersebut lantaran partisipan mencoba mengimbangi perilaku buruk masa lalu dengan bertindak secara bermoral di masa sekarang. Serta, kecenderungan mengimbangi perbuatan masa lalu menonjol diantara orang-orang yang mengandalkan intuisi.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
20:46

Studi: Keseringan Nonton TV Berdampak Buruk Terhadap Kecerdasan Seseorang

Ilustrasi menonton tv (Foto Dok. Getty Images)

DUNIA BERITA - Menurut sebuah studi, melihat televisi selama berjam-jam dapat berdampak mengganggu kemampuan mental seseorang. Para peneliti dari Universitas California dan Universitas San Fransisco menganalisis kaitan antara menonton televisi dengan fungsi kognitif seseorang.

Dilansir dari Independent, berdasarkan hasil penelitian yang di publikasikan dalam jurnal Psikiatri JAMA mengatakan semakin seseorang menonton televisi, semakin buruk kemampuan mereka dalam serangkaian tes kecerdasan. Penelitian ini memonitor 3.247 orang dewasa berusia antara 18 hingga 30 tahun.

Partisipan dikelompokkan berdasar rata-rata mereka menonton televisi, kemudian mereka akan menjalani serangkaian tes untuk kecepatan pemprosesan dan fungsi verbal mereka. Hasilnya, partisipan yang paling sering menonton televisi dua kali cenderung mengalami fungsi mental yang buruk.

Mengutip CNN Indonesia, dengan tingginya tingkat menonton televisi dan rendahnya aktivitas fisik pada orang-orang dewasa muda dihubungkan dengan buruknya kecepatan pemprosesan dan pelaksanaan ketika usia pertengahan.

Para peneliti menyatakan, ini merupakan penelitian pertama yang mengungkapkan bahwa terlalu sering menonton televisi dapat membawa dampak mempercepat penuaan kognitif bahkan sebelum mereka mencapai usia pertengahan.

Para ilmuwan mendapati bahwa rendahnya tingkat aktivitas fisik dan tingginya tingkat menonton televisi ketika masa muda sampai pertengahan dewasa dapat memicu kinerja koginitif yang lebih buruk di usia pertengahan.

"Secara karakteristik, perilaku tersebut berkaitan dengan kecepatan pemprosesan otak yang lebih lambat dan fungsi pelaksanaan buruk namun tidak dengan memori verbal," demikian tulis studi tersebut.

Studi tersebut menyimpulkan, partisipan dengan pola perilaku yang paling kurang aktif, dengan artian rendahnya kegiatan fisik dan waktu menonton televisi yang tinggi, cenderung mempunyai fungsi kognitif yang buruk.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
17:17

Thursday, 3 December 2015

Hati-hati! Rasa Malas Mungkin Pertanda Penyakit Jantung

Ilustrasi kesehatan jantung (Foto Dok. Thinkstock)

DUNIA BERITA - Pakaian kotor menggunung, piring berserakan belum dicuci, merasa malas melakukan pekerjaan rumah lainnya, dianggap hal yang lumrah. Banyak orang pernah merasakan ketiadaan gairah atau semangat.

Tetapi, mengutip CNN Indonesia, sikap masa bodoh, terkikisnya motivasi, dan emosi jangka panjang dapat menjadi masalah penyakit jantung. Biasanya, kelesuan bisa menjadi pertanda depresi dan ironisnya bisa merupakan efek samping dari antidepresan.

Tetapi, para peneliti yakin, kelesuan bisa menjadi pertanda dari puluhan kondisi kesehatan lain, termasuk stroke dan penyakit jantung. Mereka juga mencari sumber masalah pemicu kelesuan ekstrem pada orang-orang sehat.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Profesor Masud Husain, ahli syaraf di Universitas Oxford, mengatakan "Banyak pasien yang merasa lesu acap disebut dengan malas. Mereka juga didiagnosis menderita mengalami depresi." Masud menjelaskan, mereka mungkin hanya duduk sepanjang hari melakukan sedikit kegiatan namun mereka bahagia, tidak seperti orang depresi.

Gejala sifatnya ringan dapat di temukan pada orang sehat. "Terjadi perubahan di daerah tertentu otak." Sebulan yang lalu, ahli saraf dari Royal Free Hospital di London, mengungkapkan bahwa kelesuan merupakan masalah yang sering disepelekan yang terjadi pada orang-orang dengan gangguan neurologis kronis, seperti parkinson.

Kendati sering terjadi dan melumpuhkan, kelesuan adalah masalah yang acap kali diremehkan baik oleh dokter maupun pasien, tutur para peneliti dalam jurnal Practical Neurology. Bagi mereka, penting untuk membedakan kelesuan lantaran depresi atau kelesuan yang perlu perawatan berbeda, misal obat-obatan selain antidepresan.

Para ahli saraf mendeskripsikan kelesuan sebagai emosi yang berkurang (positif dan negatif), kurang motivasi dan emosi hampa.

Untuk pembanding, mereka mengartikan depresi dengan kesedihan, menangis, rasa bersalah, putus asa pada masa depan, suasana hati sering berubah, dan kecurigaan negatif, dengan kata lain melihat segala sesuatu dari sisi terburuk.

Para peneliti juga menulis, tidak seperti orang-orang depresi, orang-orang dengan sifat apatis terkadang juga bisa bahagia.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
21:25

Monday, 30 November 2015

Konsumsi Teh Baik Untuk Kesehatan Gigi

Teh memiliki kandungan flouride yang dapat mencegah kerusakan gigi (Foto Dok. Shutterstock)

DUNIA BERITA - Mengonsumsi teh telah lama dihubungkan dengan gigi yang buruk. Tetapi, menurut sebuah studi baru menemukan bahwa minum teh sesungguhnya dapat memperkuat gigi, demikian seperti dilansir laman CNN Indonesia.

Studi terhadap 49 kantong teh menunjukkan bahwa mengonsumsi kurang lebih empat cangkir teh dalam sehari dapat memberikan asupan harian flouride yang dianjurkan. Flouride merupakan zat yang dapat memperkuat email gigi dan mencegah kerusakan gigi.

Dalam satu cangkir teh hitam terkandung sekitar 1,18 miligram flouride, berdasarkan penelitian yang diterbitkan Nutrition Bulletin. Teh campuran bebas kafein mempunyai kandungan flouride tertinggi dalam penelitian ini.

Carrie Ruxton, penulis penelitian menyebutkan mengubah dari mengonsumsi minuman bergula dengan minuman teh dapat meningkatkan kesehatan gigi. Dikutip dari laman Independent, rata-rata konsumsi teh di Inggris sebanyak dua gelas sehari, hasil tersebut menurut survei nasional.

"Dengan sering minum teh dapat membantu seseorang mencapai tingkat optimal flouride dan melindungi gigi mereka," ujar Carrie.

Sementara itu, referensi di Eropa menganjurkan orang dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 7 miligram flouride per hari. 

Teh merupakan sumber alami flouride sebab tanaman teh menyerap flouride yang terkandung di tanah. Tingkat flouride daun teh tergantung pada dimana teh di tanam. Di negara-negara Afrika, terutama Kenya memiliki tanah yang kaya akan zat flouride.

Maka dari itu, Ruxton menuturkan minum teh semestinya disarankan untuk kesehatan dan juga untuk memperbaiki catatan buruk kesehatan gigi di Kenya.

Kecuali itu, teh juga dapat menjadikan nafas seseorang segar, lantaran senyawa yang terdapat dalam teh yang disebut flavonoid dapat membunuh kuman di mulut yang mengakibatkan bau tidak sedap. Studi itu juga menemukan setengah kandungan flavonoid dalam konsumsi warga Inggris bersumber dari teh.

Studi sebelumnya mengungkapkan bahwa teh hitam dapat melenyapkan dua jenis bakteri, yakni streptococcus dan lactobacillus, keduanya memicu kerusakan gigi dan penyakit gusi.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
21:48

Friday, 27 November 2015

Kebiasaan Buruk yang Perlu Dihindari Setelah Makan

Ilustrasi minum air dingin (Foto Dok. Thinkstock)


DUNIA BERITA - Bagi seorang perokok, adalah hal biasa bila setelah makan mesti diikuti dengan merokok. Menurut para ahli, merokok setelah makan mempunyai dampak risiko yang serius bagi kesehatan.

Seperti dilansir dari laman CNN Indonesia, selain merokok, kebiasaan-kebiasaan sederhana lain yang dilakukan setelah makan seperti mandi dan tiduran adalah hal yang buruk untuk kesehatan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perut kembung hingga penyakit kanker. 

Mengutip laman Boldsky, berikut sejumlah kebiasaan sederhana yang hendaknya dihindari setelah makan, terutama sehabis mengonsumsi makanan yang berat.

  • Merokok
Kebiasaan merokok sehabis makan akan sama bahayanya seperti merokok 10 batang sekaligus. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko terserang radang paru-paru dan tenggorokan, juga bisa memicu penyakit kanker di perut.

  • Mandi
Para ahli menganjurkan setelah makan jangan langsung mandi. Sebab mandi dalam kondisi perut penuh akan melemahkan sistem pencernaan dan mengganggu proses pencernaan. dampaknya tubuh akan sakit.

  • Teh hangat
Air hangat mungkin baik diminum setelah makan. Namun, menggantinya dengan dengan teh hangat adalah suatu kekeliruan, karena teh hangat dapat menyerap protein dari makanan yang dikonsumsi, hasilnya tubuh tidak mendapat apa-apa. Tanin yang terkandung dalam teh juga dapat mencegah penyerapan zat besi oleh tubuh. Risikonya dapat terserang anemia.

  • Minum air dingin
Sebaiknya perlu menghindari minum air dingin sehabis makan. Lantaran air dingin tidak mendukung pencernaan yang baik dan penyerapan nutrisi. Sedangkan air hangat melakukan sebaliknya.

  • Makan buah
Kebanyakan orang melakukan kebiasaan mengonsumsi buah setelah makan, padahal hal tersebut tidak tepat. Yang benar adalah buah dikonsumsi di awal, supaya tubuh lebih banyak mendapat manfaat nutrisi dan proteinnya. Kondisi perut yang terlalu penuh makanan akan lebih sulit dalam mencerna serat yang terdapat dalam buah.

  • Tidur
Adakalanya seseorang tidur setelah mengonsumsi makanan berat. Tapi hal itu akan menjadi berbahaya. Saat tubuh berbaring, makanan yang dicerna, meliputi asam dalam lambung, akan kembali naik ke kerongkongan. Akibat paksaan gravitasi tersebut, asam dapat merusak lapisan kerongkongan.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
21:54

Thursday, 26 November 2015

Beberapa Makanan Yang Dapat Menyebabkan Pikun

Ilustrasi Makanan Tahu (Foto Dok. Getty Images)

DUNIA BERITA - Tidak sekadar untuk menambah berat tubuh, alih-alih makanan yang anda konsumsi juga dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan memori anda.

Para peneliti mendapati beberapa makanan yang dapat mempengaruhi kognitif dan memori anda, seperti tahu dan ikan tuna. Dikutip dari Prevention, inilah makanan yang dapat berdampak penurunan kemampuan kognitif maupun memori anda.

  • Tahu
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dementia and Geriatric Cognitive Disorders, mengungkapkan adanya keterkaitan antara konsumsi tahu yang tinggi dengan peningkatan risiko kerusakan kognitif dan kehilangan memori.

Studi tersebut melibatkan 719 laki-laki dan perempuan di Indonesia. Dalam studi, peneliti meminta mereka untuk mengonsumsi tahu untuk selanjutnya menjalani tes memori.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu lebih dari sembilan porsi dalam sepekan akan mengalami gangguan memori. Sedangkan yang lainnya tidak.

Para peneliti menduga senyawa kimia yang terkandung dalam tahu yakni fitoestrogen dapat memengaruhi fungsi otak. Tetapi, herannya, makanan fermentasi kedelai lainnya seperti tempe, malah ditemukan dapat meningkatkan kemampuan memori.
  • Sodium
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sodium yang disertai aktivitas fisik yang rendah dapat mengakibatkan efek negatif terhadap kemampuan kognitif.

Para peneliti dari Kanada melakukan pengujian terhadap 1.262 partisipan dengan rentang umur 67 hingga 84 tahun.  Mereka dipisahkan dalam tiga kelompok, yakni kelompok yang mengonsumsi sedikit sodium, mengonsumsi sodium dengan tingkat sedang dan mengonsumsi sodium dalam jumlah banyak.

Perubahan paling nampak terjadi pada kelompok yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik. Kelompok yang mengonsumsi sodium lebih sedikit serta melakukan sedikit aktivitas fisik kedapatan mengalami penurunan kemampuan kognitif yang lebih lambat ketimbang dengan kelompok yang mengonsumsi lebih banyak sodium dengan sedikit aktivitas fisik.

Untuk mencegah hal tersebut, mesti melakukan latihan dan olahraga secara teratur agar dampak negatif sodium tidak berpengaruh pada otak.
  • Lemak Trans
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Journal PloS One menyebutkan bahwa mengonsumsi lebih banyak lemak trans dikaitkan dengan sulitnya mengingat kata-kata.

Penelitian ini dilakukan terhadap 1.018 peserta yang mengonsumsi lemak trans sebanyak 3,8 gram hingga 27,7 gram per hari. Kemudian mereka diminta untuk menjalani tes yang memaksa mereka untuk mengenali serangkaian kata-kata yang berlawanan dan berulang.

Hasilnya, untuk setiap gram yang dikonsumsi per hari, peserta dapat mengingat sekitar 0,76 kata lebih sedikit. Sedangkan peserta yang mengonsumsi lemak trans lebih banyak per hari hanya dapat mengingat 65 kata dengan benar. Sementara rata-rata peserta dapat mengingat 86 kata.
  • Ikan Tuna
Menurut penelitian dari jurnal Integrative Medicine, orang yang mengonsumsi lebih dari tiga porsi ikan seperti tuna, kerapu, kakap tiap minggu atau lebih empat porsi per bulan dapat berisiko penurunan fungsi kognitif.

Pemicunya adalah kadar merkuri yang terkandung dalam ikan-ikan tersebut. Para peneliti memelajari kebiasaan mengonsumsi makanan laut terhadap 384 orang untuk selanjutnya meminta mereka menjalani tes kognitif.

Hasilnya, mereka yang mempunyai kadar merkuri lebih tinggi pada darah mereka memiliki nilai yang buruk dalam tes kognitif dibandingkan mereka yang mempunyai kadar merkuri lebih rendah.
  • Lemak Jenuh
Para peneliti dari Universitas Montreal, Kanada mengatakan bahwa diet pada tikus yang mengonsumsi lemak jenuh tinggi, seperti minyak kelapa sawit atau mentega, akan mengalami gangguan pada sistem mesolimbik pada otak.

Sistem tersebut yang mengendalikan motivasi dan juga berdampak pada gangguan suasana hati, kelebihan makan serta kecanduan obat.


Sumber : CNN Indonesia
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
22:28
Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :

Cari Berita Ini

Translate

Berita Populer

  • Sanksi Denda Akan Diterapkan PLN Bagi Pelanggan Nakal Pencuri Subsidi Listrik
    Ilustrasi Pengecekan Meteran Listrik PLN (Foto Tempo.co) DUNIA BERITA - PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) segera mempersiapkan s...
  • Indonesia Punya Ahli Nuklir yang diakui Dunia
    Logo ITB (Dok. itb.ac.id) DUNIA BERITA - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidika...
  • Teknik Berburu Gurita Seperti Cara Harimau
    Gurita jenis Larger Pacific Striped Octopus (Dok. Commons.wikimedia.org) DUNIA BERITA - Seorang ahli biologi kelautan dari Universitas...
  • Melihat Menu Kejutan di Resepsi Pernikahan Gibran dan Selvi
    Martabak 16 rasa (Liputan6.com) DUNIA BERITA - Dalam acara resepsi pernikahan Gibran dan Selvi, hari ini Kamis (11/6/2015) di Gedung...
  • Studi: Bersyukur Berdampak Positif Bagi Kesehatan
    Ilustrasi berdoa (Foto Dok. Thinkstock) DUNIA BERITA - Dengan bersyukur banyak orang menyebutkan akan membawa dampak yang luar biasa b...
  • Teknologi Lift ke Luar Angkasa setinggi 20 Km Dipatenkan
    Desain Lift ke luar angkasa setinggi 20 Kilometer (Dok. Thothx.com) DUNIA BERITA - Thoth Technology Inc, perusahaan teknologi asal Kana...
  • 8 Kiat Mudah Buat Ingatan Tetap Tajam
    Tertawa merupakan salah satu cara agar ingatan kita tetap cemerlang (Foto Dok. Shutterstock) DUNIA BERITA - Tidak dapat dipungkiri, bi...
  • Seminggu Sebelum Dibunuh, Angeline Sempat Lolos dari Upaya Perkosaan
    Foto arsip (news.detik.com) DUNIA BERITA - Rupanya upaya berbuat bejat Agustinus yang akan di lampiaskan kepada Angeline (8 tahun) te...
  • Gaya Bicara Menyindir Pertanda Orang Kreatif
    Ilustrasi perilaku sarkasme (Foto Dok. Thinkstock) DUNIA BERITA - Berdasarkan sebuah penelitian di Universitas Havard menunjukkan sarka...
  • Menengok apa isi seserahan Gibran untuk Selvi
    Gibran diapit oleh Jokowi dan Iriana (Solopos.com) DUNIA BERITA - Menurut rencana, tadi malam (10/6/2015) akan di lakukan seserahan d...
  • About Us
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Copyright 2015 DUNIA BERITA - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates